Kertas, Cinta, dan Pelangi (Cerbung) II

Kututup handphone mbak Lisa, kuhempaskan tubuhku ketempat tidur kesayanganku. Kupandangi langit-langit kamar sejenak, putih bersih tak ada hiasan. Tapi pikiranku melayang mengudara, benar ternyata menyembunyikan sesuatu membuat hidup tak tenang walau hanya sebuah kabar. Bergeming.. kucoba pandangi jendela. Ahad, sore ini begitu sunyi tak bersuara rasanya, biasanya riuh anak-anak bermain di jalan depan rumah membuatku semangat menyaksikannya. Terkadang kupandangi satu persatu dan mengambil gambar mereka jika ada peristiwa menarik. Atau ketika honor tulisanku sudah diberikan tak sungkan kusisihkan membeli makanan kesukaan mereka. Senang rasanya berkumpul dengan adik-adik manis itu. Mungkin ini juga bentuk kerinduanku pada sang adik yang berada di kampung. Yang hanya setahun sekali aku dan keluarga bisa mengunjunginya. Wah, makin galau rasanya berpikir aku akan melanjutkan studi tentunya lebih lama lagi kuberpisah dengannya.

"dreet.. dreet" getar handphone tanda sms masuk mengusik pikiranku. Kubuka perlahan
Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh,


kak, tulisan yang jadi PR minggu kemarin apa ya ? Afwan ana ga datang pelatihan pekan lalu, karena bunda saya sedang sakit..materinya juga belum sempat ana dapat, syukron infonya



Astaghfirullah, aku lupa jika belum mengirimkan file materi menulis tentang "Resensi". Aku suka menulis. Kesukaan menulisku membuat aku berinisiatif membangun sebuah forum komunitas kecil untuk menulis, tidak banyak memang yang mau dan berminat untuk mengetahui lebih banyak bagaimana menjadi seorang penulis, walaupun aku pribadi belum sempat menyelesaikan satu buku, namun setidaknya ilmu ini tak terbuang sia-sia. Dan pekan ini aku lupa menge-mailkan materi kepada adik-adik itu.

Kuketik sms untuk membalas sms Revi, "Wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh, ga apa-apa kok dek, kakak juga ada dapat info dari yang lain. Nah, syukron udah ngingetin kakak mengirimkan materi ke adik-adik.. Hehe :D kakak lumayan lupa juga, Nah untuk tugas PR sesuai materinya.. tentang resensi. ntar adik coba pelajari materinya, trus buat resensi salah satu buku islami yang adik sukai.. kalo ada yang kurang paham bisa sms atau hubungi kakak sip :D selamat beresensi"


Kututup hempaskan handphone ditempat tidur. seperti tak peduli, padahal musti kerjakeras beli handphone yang sederhana itu. Berlari menuju dapur, mencari sesuatu hal yang bisa kukunyah. Lagi-lagi kebiasaan tak baik muncul -,- kubuka kulkas mungil. Dan aku hanya menemukan apel yang bergeletak manis tak berdaya "kayak bernyawa saja"

Krek .. krek, sedikit demi sedikit apel merah itu berubah menjadi warna merah putih, ya .. tampak isinya yang mengiurkan.

"Kakaakk .....!"

Glek, terkejut aku bukan kepalang melihat mama yang sedang bertengger menyaksikan kumakan apel dengan lahap. Dahi ku berdenyit, ingin bertanya tapi mulutku penuh dengan apel segar itu. Dan pernyataan yang membuatku kehilangan selera makan drastis.

"Kakak ga puasa ?"

******

No comments:

Silahkan saran dan kritiknya ...

Powered by Blogger.