INGIN JADI KUNANG - KUNANG

  
 "Sepenggal Kisah bersama Forum Indonesia Muda"
Sudah sekian lama hati tergerak untuk mengikuti seleksi Forum Indonesia Muda. Selalu saya pandangi berbagai pengumuman itu tiap tahun demi tahun. Forum Indonesia Muda begitu menarik, tapi selalu terlambat mengeksekusi keinginan hati hingga pada akhirnya saya mengikuti seleksi Forum Indonesia Muda pada tahun 2015.
  Voila. Saya lolos. Saya harap-harap cemas awalnya mengikuti seleksi ini karena melihat count pendaftar mencapai 7000 orang lebih. Apalah saya ini, hanya orang biasa yang tinggal di provinsi sumatera. Tidak sebanding dengan teman-teman di Jawa dan juga teman-teman lainnya. Jujur, saya abu-abu melihat Forum Indonesia Muda ini. Ini kegiatan apa ya ? Apa aja yang dilakukan ? Hal demikian yang selalu terbersit di benak saya. Sempat ada rasa ingin tidak hadir karena perjuangan saya menembus proposal dikampus selalu sulit. Tapi, hati memang menarik saya untuk tetap bertahan ntah bagaimana caranya untuk ikut. Dan alhamdulillah, rejeki tidak kemana. Walau dengan biaya sendiri. Saya tetap hadir mengikuti kegiatan itu.

Hal yang luarbiasa bagi saya ketika hadir di Forum Indonesia Muda adalah rasa penasaran yang tinggi, sebuah refleksi yang tidak bisa saya ungkapkan lewat kata-kata. Ketika saya melewati hari demi hari di dalam kegiatan Forum Indonesia Muda.
Ekspetasi yang jauh melampaui harapan saya. Jujur lebih dari yang saya bayangkan. Sebuah nilai-nilai kehidupan yang tak bisa saya dapatkan di dunia luar. Sangat Berharga.
Disana saya seperti terdidik kembali untuk merenung tapi bekerja. Merenung dalam keadaan sadar dan tetap dalam posisi dinamis dan bergerak.
Biasanya saya dahulunya memerlukan waktu khusus untuk merenung, mengevaluasi apa yang saya lakukan sehingga absen dari rutinitas seperti biasa. Namun, ketika saya menjadi bagian dari keluarga kunang-kunang, keluarga Forum Indonesia Muda. Setiap melangkah saya selalu mendapatkan sebuah sudut pandang baru. Sudut pandang renungan. Kembali membuka cakrawala berpikir yang tak ada habisnya untuk digali.

Benar filosofi bahwa keluarga Forum Indonesia Muda adalah keluarga kunang-kunang. Mereka adalah penerang. Mereka penerang kehidupan kita yang dulunya masih abu-abu. Penerang ketika hidup orang lain masih dalam keadaan gelap gulita. Mendapati senyum-senyum kakak kakak luarbiasa bijaksana, tulus, dan baik. Masih banyak orang diluarsana yang mengadaikan semua idealisme mereka karena keinginan duniawi. Tapi kakak-kakak alumni FIM menunjukkan bahwa mereka bisa sukses tanpa mengorbankan idealisme mereka. Bahkan karena kehadiran idealisme mereka, orang-orang disekitar mereka menjadi orang yang lebih baik, keadaannya semakin baik. Sebuah paket komplit yang saya dapatkan dari segala lini di Forum Indonesia Muda, baik itu dari Ayah dan Bunda. Ayah Elmir dan Bunda Tatty. Saya menemukan sosok ayah dan ibu yang luarbiasa mendidik ribuan anaknya yang merupakan alumni FIM. Luarbiasa. Dan tentunya sahabat-sahabat FIM 17 yang selalu membuat saya merindu setiap hari. Ooh rindu itu ..

Satu lagi, sebuah sentuhan sanubari yang tak pernah saya lupakan. Sejak awal saya hadir di Forum Indonesia Muda, menikmati sesi-sesi materi. Saya selalu meneteskan air mata. Disesi sesi tertentu, tapi tiap hari tidak pernah absen menangis. Forum Indonesia Muda telah menyentuh hati saya terdalam. Ketika menyanyikan lagu kebangsaan, sebuah tekad yang sama-sama ingin kita wujudkan bersama untuk bangsa ini lebih baik, ketika ada semangat itu. Saya menangis penuh bangga dan haru. Tapi ada masa saya menangis karena semua kesalahan-kesalahan yang selama ini saya lakukan dan itu wujud penyesalan saya dan saya berusaha untuk merubahnya dikemudian hari. Dan satu lagi saya menangis melihat sebuah ketulusan dan juga ketika menyentuh kalbu membahas ibu dan ayah kita. Ada sesi saya merindukan almarhum ayah saya, ketika ada rasa ingin saya untuk membuat dia tersenyum bangga melihat anaknya sukses. Dan itu yang tak bisa saya lakukan karena terlalu cepat Allah memanggilnya.

Forum Indonesia Muda, seperti mutiara indah yang tertemukan bagi saya. Saya beruntung sekali berada di keluarga kunang-kunang ini. Saya ingin menjadi kunang-kunang seperti filosofi yang diangkat di FIM. Semoga dan semoga. Saya menjadi kunang-kunang untuk orang-orang disekitar saya, berkolaborasi, berkarya, menjadi penerang bagi banyak orang. Bersama-sama teman, kita bersatu untuk membuat bangsa ini lebih baik .. Dengan apa yang kita miliki kita bisa.
Tiga kata untuk FIM menurut saya, Unforgetable, Special, Lovely

2 comments:

  1. jadi pengen ikutan FIM :o itu kegiatannya berapa lama sih kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seminggu aja kok :) tunggu updatenya di fanspage Forum Indonesia Muda yaa ..
      kamu juga bisa download e-book kita disana :) bisa tahu kesan dan pesan cerita dari alumni FIM

      Delete

Silahkan saran dan kritiknya ...

Powered by Blogger.