Kebiasaan Baik, Capai Impianmu !


Ada yang masih menyimpan kebiasaan buruk ? Hmm, tak banyak orang yang menyadari karakter yang ia miliki atau kebiasaan yang ia lakukan. Lagi – lagi yang menilai diri kita itu oranglain. Ini juga terlahir dari pengalaman saya pribadi. Saya punya segudaaaang kebiasaan buruk. Yaa menurut saya begitu, dan mungkin orang terdekat yang tahu sekali kebiasaan yang saya miliki. Makanya jangan percaya sama media sosial yaa hehe. 

Kalau kita tahu, orang – orang sukses yang kita lihat saat ini adalah hasil jerih payahnya untuk memelihara kebiasaan baik atau bahkan membudidayakan kebiasaan baik walau sekecil apapun. Contoh, Bill Gates dengan Microsoft yang luarbiasa itu. Ia memiliki kebiasaan membaca buku yang luarbiasa ia lakukan setiap harinya, bahkan dia sangat menyediakan waktu khusus untuk membaca dan menelaah. Apalagi dalam kondisi buku yang ia baca perlu pemahaman lebih ia merelakan beberapa hari hanya berkutat pada buku tersebut tanpa diganggu aktivitas lainnya.

Kali ini saya cerita pengalaman tentang membangun kebiasaan baik. Nah, coba sekarang kita renungkan atau bahkan tanya teman – teman disekeliling kamu mengenai kebiasaan kamu yang mereka tahu ? Negatif kah atau positif ? Nah, kalau jawaban mereka beberapa ada yang negatif atau tidak baik segera rekam dan catat. Lalu evaluasi! Mulailah meneguhkan hati untuk mengubahnya menjadi kebiasaan yang baik.

Contoh, teman kamu bilang kamu itu malas mandi. Nah mulai nih bikin jadwal mandi yang menurut kamu oke banget haha. Buat jadwalnya di handphone atau tercatat di tempat – tempat yang sering kamu lihat. Simpel sih, walaupun mungkin kamu yang baca .. “ihh suka – suka dia dong, badan kan badan dia” by the way, yang bakal ngelihat dan dekat sama kita bukan orang yang buta aroma. Alias ga bisa mencium aroma – aroma yang lahir dibadan kamu yang jarang mandi. Selain banyak kuman, kamu juga jadi orang yang bakal di hindari oranglain.

Bisa jadi seperti kebiasaan berkata kasar, menunda, berbohong, malas. Duh, data deh mulai sekarang. Masih ada waktu selagi itu jadi kebiasaan yang mendarah daging. Bisa jadi ketidakmulusan hidup dan ketidaktenangan dalam hidup dikarenakan kebiasaan buruk yang kita pelihara. Sholat sering ditinggalin, ga pernah ke masjid, jarang baca Al-Qur’an. Hingga cahaya kebaikan mati di hati kita. Nah kebiasaan buruk itu, temannya syaitan. Jadi kita sudah membantu syaitan untuk meringankan bebannya untuk menggoda kita. Syaitan ga perlu repot – repot ngingetin kita buat berbohong, berkata kasar, dan hal lainnya karena sudah menyatu dalam diri kita. Itu makanya syaitan berwujud manusia lebih mengerikan.

Kesuksesan itu salah satunya lahir dari kebiasaan baik. Nah, bukannya ga semua manusia nih baik. Tapi sebaik – baiknya manusia itu yang mau berubah kearah yang baik, kan ?

Saya sendiri punya kebiasaan malas dan menunda. Supeer banget! Menunda dalam hal ini perkara – perkara ringan yang tanggungjawabnya sama diri sendiri ga berkaitan dengan oranglain. Alhasil, saya sendiri merasa riwueh sendiri. Satu lagi mudah teralihkan, jiaah. Dan masih banyak, termasuk menunda makan. Ini yang bikin saya jadi mudah lelah dan lama – lama jadi sakit. Solusinya nih akhirnya saya berkomitmen untuk membuat semua jadwal kegiatan harian yang sepele dimata oranglain, tapi itu sangat penting bagi hidup saya. Sampai sholat saya berusaha tepat waktu sesuai alarm. 

Saya menggunakan kecanggihkan teknologi saat ini, yupp smartphone yang sekarang sudah banyak menyediakan aplikasi “productivity” untuk membantu kita apapun itu. Nah cari dan temukan aplikasi yang membantu kamu untuk mempermudah dan juga mempush kamu untuk menjadi pribadi yang berkebiasaan baik. Salah satu target pembiasaan saya adalah minum air putih secara teratur sesuai anjuran kesehatan yang benar. Sepelee memang! Tapi ini biang penyakit yang sering saya sadari bikin imun atau fisik saya pribadi jadi lemah. Aplikasi itu membantu saya mengingatkan setiap pagi setiap saya lupa. 

Ada beberapa buku yang sangat dianjurkan yang berkaitan dengan kebiasaan yang patut dijadikan referensi buat memotivasi kita untuk menjadi “CHANGE”. Salah satunya ada buku Stephen Covey, The Highly Effective People dan buku series lainnya yang bagus – bagus. Buku karya Felix Siauw The Habits, yang ringan dan mudah buat dipraktekkan apalagi perkara ibadah yaa. Sama hal nya dulu, ketika saya hijrah dari yang belum berhijab dan berhijab seperti saat ini. Prosesnya lumayan panjang untuk menjadi biasa. Mulai dari jilbabnya yang biasa, masih lepas pakai, sampai menyempurnakan diri, dan mempertahankan untuk tetap dalam keadaan semakin baik terus dilakukan. Lagi- lagi membangun kebiasaan baik dan memeliharanya itu tidak mudah butuh komitmen dari kita untuk senantiasa ingin mengubah diri menjadi lebih baik.

Bagaimana caranya ?

Nah, saya mengutip dari buku The Habits karya Ust.Felix Siauw tentang “The Spiral of Habits”
1. Repetition
2. Learning
3. Commit
4. Practice


Habits dimulai dari kumpulan pemikiran kemudian menjadi sebuah mindset lalu berakhir habits akan menjadi personality kita. Nah bagaimana cara melatihnya ? Menurut peneliti, kita membutuhkan waktu 21 – 30 pengulangan kebiasaan. Bila ingin melatih membaca setiap hari setidaknya 21 hingga 30 hari kita melakukan hal yang sama hingga nantinya menjadi terbiasa. Nah kalau misalnya kita melanggar, kita mengulangnya kembali dari awal lagi. Memang penuh perjuangan ya :D
And dengan kita memperbaiki kebiasaan buruk kita dan mengembangkan kebiasaan baik. Sama hal nya kita mendekatkan impian – impian kita akan tercapai. So, dimulai dari hal kecil dahulu. Ala bisa karena biasa kan ?

------------------
Semoga menginspirasi!

yang menulis tidak lebih baik dari yang membaca

2 comments:

  1. hihi... sampe dibuat jadwal mandi, :D
    Kereen inspiratif (y)

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu contoh haha bukan mel yaa ..
      alhamdulillah masih tergolong manusia suka air. wkwk

      Delete

Silahkan saran dan kritiknya ...

Powered by Blogger.