Jurnal Ramadhan E2 : Perbaiki Niat

by - Friday, May 18, 2018



Seharusnya perkara niat itu ceritanya di awal. Tapi belum terlambat di awal buat kita bisa review lagi niat kita dalam melakukan sesuatu. Di era sekarang, hal yang paling saya khawatirkan adalah rusaknya niat. Kenapa ? Ketika orang lain berpandangan berbeda tentang apa awalnya kita pikir untuk kita lakukan. Itu menjadi sebuah beban yang begitu dalam. Kita mungkin bisa saja sharing hal baik dan cerita tentang segala kebaikan kita ke media social. Berharap ada orang yang juga menduplikasi hal baik yang kita lakukan. Ga jarang tercampur niat untuk riya, untuk minta di puja dan puji ketika bertebaran like dan love di akun kita yang menjadi notifikasi. Jadi lunturlah segala pahala tadi ketika niat kemudian berbelok menjadi ujub diri.

Perkara niat, perkara yang sangat esensial dan dalam menurut saya. Bahkan hanya membahas mengenai niat saja, saya sering sekali dan mudah sekali meneteskan air mata. Apalagi kalau ada kajian atau ceramah ustad mengenai niat. Saya selalu merasa niat menjadi  hal esensial untuk kita hidup di dunia ini. Untuk apa jabatan kita, untuk apa harta kita, untuk apa status kita. Bukannya kita hidup di dunia ini hanya menggapai ridho Allah ? Kenapa bisa kita bersenang – senang dengan niat baik yang kemudian hancur karena selipan – selipan dosa dosa kecil yang kemudian mengotori hati kita.

Pernak Pernik dunia yang menggoda sekali untuk kita beralih. Mudah sekali untuk terbelok. Antara riya dan personal branding. Antara ujub diri dan berdakwah demi kebaikan. Kadang kala terbelok hanya karena komentar, kata – kata dan ujian – ujian berupa hal – hal baik yang datang pada kita.
Duh ini benar – benar menjadi renungan yang dalam bagaimana kita menjadi sosok yang istiqomah pada niat, lurus di awal. Karena ini jadi tantangan berat kita di masa kini.

Niat itu seperti surat, ketika kita salah menuliskan alamat. Kita akan salah sampai tujuan. Jadi perbaiki niat sama halnya kita memperbaiki jalan kita untuk mencapai harapan tersebut. Seperti yang saya tulis sebelumnya.

Sesungguhnya setiap  perbuatan tergantung niatnya.  Dan  sesungguhnya  setiap  orang  (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan. (HR Bukhori dan Muslim) – Hadits Arbain.

Saya berharap saya menuliskan jurnal Ramadhan ini, niat awal saya adalah saya ingin menasehati diri saya sendiri ingin menceramahi diri saya sendiri agar saya tidak berbelok dari niat – niat yang duniawi.  Selalu memohon agar Allah meluruskan apa yang kita lakukan, niat yang seharusnya dan dimudahkan segala perkara kebaikan – kebaikan yang kita tujukan hanya menggapai ridho Allah.
Wallahu Allam Bisshawab

Semoga Bermanfaat !

You May Also Like

0 komentar

Tell your story about this article !