Para Disabilitas Perlu Tahu : Edukasi Kesehatan Seksual dan Reproduksi

by - Mei 27, 2022



Pengetahuan mengenai kesehatan seksual dan reproduksi adalah sesuatu yang kita sendiri wajib juga tahu dengan banyaknya informasi yang dulunya mungkin sulit kita akses. Dengan adanya perkembangan informasi sebenarnya memudahkan kita untuk dapat mengakses informasi ini. Namun, ada teman - teman kita dari para penyandang disabilitas dan juga OYPMK (orang yang pernah mengalami kusta) belum terpapar informasi mengenai Pentingnya pengetahuan akan kesehatan seksual dan reproduksi. 

Kali ini kita bersama Ruang Publik KBR dan NLR Indonesia ikut turut melakukan sosialisasi kepada para disabilitas dan OYMPK untuk sama - sama memberikan pengetahuan akan hal ini. Bersama Mba Nona Ruhel Yabloy, Project Officer HKSR, NLR Indonesia - Westiani Agustin yang merupakan Founder Biyung Indonesia. Lalu kemudian ada Mba Wihelimina Ice dari Remaja Champion Program HKSR. Memang, pengetahuan ini bagi kita saja sedikit menjadi sesuatu yang tabu dan sulit dibicarakan dengan hal publik. Tapi kita perlu tahu dengan maraknya, penyakit - penyakit seksual yang tidak kita ketahui. 

Menurut Mba Nona Ruhel Yabloy, banyak dari kita terutama para disabilitas dan OYMPK yang tidak mendapatkan hak yang sama mengetahui hal berkaitan dengan kesehatan seksual dan reproduksi saat remaja. Semisalnya, mengenai mimpi basah, soal menstruasi atau juga hal lainnya. Dianggap mereka akan tahu sendiri menjelang tumbuh dewasa. Padahal hal ini harus dibicarakan, perubahan yang terjadi ketika tumbuh remaja dan dewasa. Sehingga akibatnya, mereka menjadi korban kekerasan dan pelecehan di kemudian hari. 



Ketika mereka tahu akan informasi ini. Mereka akan mampu melindungi dirinya dan mampu bersuara sehingga dapat memahami kesehatan dirinya. Apa penyebab orang tua masih sulit untuk menyampaikan hal ini? Banyak orang tua yang masih belum menyadari pentingnya akan informasi mengenal kesehatan seksual dan reproduksi yang tepat kepada anaknya. Terutama anak disabilitas yang masih sering kurang dapat perhatian.

Mereka Berhak Tahu

Seperti persoalan kapan menganti pembalut yang sehat misalnya. Menjaga kebersihan dan kesehatan organ intim. Biyung Indonesia sendiri tertarik mengenai dampak perubahan iklim sebenarnya, tapi di hal ini tertarik akan hal yang mendetail mengenai sosok manusianya. Dalam hal ini perempuan. Salah satu hal yang signifikan juga mengenai perempuan adalah kontributor sampah terbesar di dunia. 


Perempuan harus memahami mengenai terkait pengetahuan akan ini. Karena pembalut juga berkontribusi pada kuantitas sampah di dunia. Balik persoalan para penyandang disabilitasn dan kusta yang sering kali terabaikan pentingnya mereka juga ikut mendapatkan hak pengetahuan mengenai kesehatan seksual dan reproduksi. Bila kita dapatkan contoh, bahwasanya di dunia barat mereka sudah memahami pentingnya kesetaraan informasi ini. 

Ayo kita dukung untuk menyebarkan informasi mengenai hak kesehatan seksual dan reproduksi bagi penyandang disabilitas dan juga OYPMK. Bagi teman - teman yang ingin mendapatkan informasi lengkap dan intensif bisa menonton replay dari diskusi ini di Youtube Channel di link berikut : 




 Semoga bermanfaat bagi teman - teman!

You May Also Like

0 comments

What's your opinion about this article ?