FINDING RIGHT PARTNER


Berbicara partner, ada dua spekulasi. Partner seperti apa yang saya maksud dijudul ini ? Hal yang saya bicarakan adalah mengenai partner adalah orang – orang yang bersedia berkerjasama dan berkolaborasi untuk membuat sesuatu. Baik itu bisnis, organisasi, dan rencana lainnya. Haha bukan tentang partner hidup ya, atau pasangan hidup itu next topic kalau sayanya sudah ketemu hehe.
Bicara partner, untuk teman – teman sekolah atau kampus tentu sulit menemukan sosok yang pas.  Sosok yang membuat kita nyaman, kemudian semakin baik. Terkadang orang yang hadir disekeliling kita malah orang sebaliknya, yang sulit untuk dipahami dan memiliki kepribadian yang sulit kita terima. Tapi itu tantangannya. Saya pribadi perlu waktu cukup lama untuk menemukan sosok yang dapat diajak kolaborasi dalam kegiatan tertentu. Sampai akhirnya saya sadari satu hal, “partner akan kita temukan, apabila kita sendiri sudah menyelesaikan diri kita sendiri”. Apa maksudnya ?
Bagaimana kita akan menemukan orang yang tepat, apabila kita sendiri tidak memahami diri kita seperti apa. Minat kita, passion kita, kemampuan kita dan kelemahan kita hingga visi atau tujuan kita. Saya barangkali akan mencari referensi ilmiahnya mengenai ini. Ini hanya hipotesis kecil yang saya sadari, bahwa ketika semakin jauh kita mengenal diri kita, seperti ada magnet yang berada di diri kita untuk menarik hal – hal positif yang sesuai dengan apa yang kita inginkan (seperti passion, minat, ide, atau rencana-rencana menuju visi).

Seperti juga orang – orang yang sukses kita lihat saat ini. Mereka dihadirkan sosok luarbiasa di sekeliling mereka yang kemudian menambah nilai, membantu, memberikan support tentang apa tujuannya.
Kita memiliki sebuah nilai yang ditandai X, dan ada x yang lain kemudian datang, berarti menjadi dua x. artinya energy menjadi dua kali lipat bukan ?
Itu makanya, orang yang hidupnya ramah, memiliki banyak teman dan jejaring hidupnya lebih mudah ketimbang yang sedikit. Karena mereka mendapatkan nilai tambah dari orang lain, memiliki energy berkali lipat lebih banyak ketimbang yang sedikit berteman. Bila ada kesusahan, akan banyak orang yang menghibur sehingga ia menjadi pribadi yang kuat. Bila kesusahan finansial, ada saja yang membantu. Tidak selamanya harta saja yang disebut rejeki kan ?
Dalam islam jelas penjelasannya, bahwa kita diminta untuk saling mengenal satu sama lain, baik itu berbangsa, bernegara dan dunia lebih luas lagi.
Berbicara partner, otomatis berbicara orang terdekat. Cuman istilah ini seringkali dipakai dalam kegiatan bisnis. Next post barangkali saya bercerita tentang hakikat persahabatan seperti apa.Kali ini saya cerita tentang mencari partner bisnis dan juga berorganisasi. Saya akui, menemukan partner itu tidak mudah memang. Segala macam karakter, kepentingan, minat, dan aneka ragamnya harus kita terima.
Saya ingat ada sebuah atsar pernah simpulannya seperti ini, “Apabila kamu ingin mengenal seseorang sebenarnya, dapat melalui tiga hal : pertama, kamu melakukan perjalanan bersamanya, kedua, tinggal bersamanya lebih dari tiga hari, dan ketiga melakukan bisnis bersamanya.”
Pernah ada seseorang yang memberikan persaksian di hadapan Umar bin Al-Khathab, maka Umar pun berkata, “Aku tidak mengenalmu, dan tidak me-mudharat-kan engkau meskipun aku tidak mengenalmu. Datangkanlah orang yang mengenalmu.”
Maka ada seseorang dari para hadirin yang berkata, “Aku mengenalnya, wahai Amirul Mukminin.”
Umar berkata, “Dengan apa engkau mengenalnya?”
Orang itu berkata, “Dengan keshalihan dan keutamaannya.”
Umar berkata, “Apakah dia adalah tetangga dekatmu, yang engkau mengetahui kondisinya di malam hari dan di siang hari serta datang dan perginya?”
“Tidak.”
“Apakah dia pernah bermuamalah denganmu berkaitan dengan dirham dan dinar, yang keduanya merupakan indikasi sikap wara’ seseorang?” tanya Umar lagi.
“Tidak.”
Umar berkata lagi:“Apakah dia pernah menemanimu dalam safar, yang safar merupakan indikasi mulianya akhlak seseorang?”
Orang itu berkata, “Tidak.”
Umar menimpali, “Jika demikian engkau tidak mengenalnya.”
(Atsar ini dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Irwaul Ghalil 8/260 no 2637)
Atsar adalah istilah perkataan atau kutipan baik yang disampaikan oleh para sahabat.
Percakapan diatas adalah atsar mengenai bagaimana mengenal akhlak seseorang. Saya pribadi menjadikannya rujukan untuk mengenal dengan mudah seseorang yang baru dikenal.
So, tingkatkan kualitas diri dan tentunya berusahalah senantiasa dilingkungan yang baik. Manusia ibarat bibit, bila ia tumbuh ditempat yang baik bersama orang – orang yang baik. InsyaAllah bibit itu akan bertumbuh dan berkembang menjadi baik lalu memberi manfaat untuk makhluk lainnya.
Jadikan diri kita magnet untuk segala kebaikan dan keberuntungan yang ada di muka bumi. Berdoa agar senantiasa dipertemukan orang – orang baik yang meluruskan jalan kita. Disegala versi diri kita.
Meeting bareng teman komunitas bisnis
Once point again, jangan lupa untuk tidak mencampur adukkan masalah dalam lingkaran pertemanan. 
Kita memiliki part atau bagian dalam sebuah lingkaran, berlakulah sesuai. Ketika dilingkaran teman – teman bersikap seperti apa, komunitas nasional dan internasional seperti apa, bahkan teman dekat seperti apa. Jangan kita perlakukan orang lain yang memiliki batasan tertentu dengan diri kita, tapi kita perlakukan dengan seolah – olah teman dekat kita, yang terkadang sudah tahu luardalam dan baik buruk. Sesekali jaga image dan etika hehe .
Semoga kita menemukan partner yang tepat, baik itu untuk karier, bisnis, ataupun masa depan hehe berkeluarga maksudnya :)

----------

Keep Inspiring !

yang menulis tidak lebih baik dari yang membaca

No comments:

Silahkan saran dan kritiknya ...

Powered by Blogger.